Riuh tepuk tangan dan sorak semangat menggema di lingkungan Politeknik Bosowa saat lomba tenis meja digelar dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-13 kampus tersebut.
Tak hanya mahasiswa, perlombaan ini juga diikuti dosen dan tenaga kependidikan yang tampil penuh semangat menunjukkan kemampuan terbaik mereka di atas meja hijau.
Suasana kompetitif langsung terasa sejak pertandingan dimulai. Smash cepat, rally panjang, hingga aksi saling kejar poin membuat penonton ikut larut dalam euforia pertandingan.
Menariknya, kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga biasa. Lomba tenis meja menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan seluruh sivitas akademika dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan.
Gelak tawa dan sorakan dukungan silih berganti terdengar setiap kali pertandingan berlangsung sengit.
Beberapa dosen bahkan tampak tampil percaya diri menghadapi mahasiswa yang tak kalah kompetitif di arena pertandingan.
Panitia Dies Natalis Politeknik Bosowa menyebut kegiatan tersebut menjadi salah satu cara membangun suasana kampus yang lebih aktif, akrab, dan penuh semangat kebersamaan.
“Melalui kegiatan seperti ini, hubungan antara mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan bisa semakin dekat. Jadi bukan hanya kompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi,” ujar salah satu panitia kegiatan.
Mahasiswa yang mengikuti perlombaan mengaku antusias karena dapat merasakan suasana berbeda di lingkungan kampus.
Menurut mereka, kegiatan olahraga seperti ini menjadi hiburan sekaligus wadah memperkuat kekompakan antar sivitas akademika.
Rangkaian Dies Natalis ke-13 Politeknik Bosowa sendiri menghadirkan berbagai kegiatan menarik yang melibatkan seluruh elemen kampus, mulai dari lomba olahraga, kegiatan sosial, hingga ajang kreativitas mahasiswa.
Melalui kegiatan tersebut, Politeknik Bosowa berharap semangat sportivitas, solidaritas, dan kebersamaan terus tumbuh menjadi budaya positif di lingkungan kampus.



