Poltekbos Produksi 30 Tempat Sampah Unik, Dukung Program Kebersihan Makassar
March 31, 2026
Dibuat 10 Hari, Ini Proses Produksi Tempat Sampah Unik Poltekbos untuk Program CSR
March 31, 2026

Tempat Sampah Unik dari Poltekbos Disambut Antusias, Bantu Program Kebersihan di Makassar

Kehadiran tempat sampah unik berbentuk ikan dan botol di sejumlah titik di Makassar mulai menarik perhatian. Fasilitas tersebut merupakan bantuan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan BNS yang diproduksi oleh Politeknik Bosowa (Poltekbos).

Bagi penerima manfaat, keberadaan tempat sampah ini bukan sekadar fasilitas tambahan, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya untuk penanganan sampah plastik.

Sebanyak 30 unit tempat sampah telah disalurkan, terdiri dari 15 unit model ikan dan 15 unit model botol. Desainnya yang mencolok dan berbeda dari tempat sampah pada umumnya membuat masyarakat lebih tertarik untuk menggunakannya.

Salah satu penerima manfaat mengaku senang dengan adanya bantuan tersebut. Menurutnya, desain yang unik membuat masyarakat, terutama anak-anak, lebih sadar untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Biasanya tempat sampah sering diabaikan, tapi ini karena bentuknya menarik, orang jadi lebih tertarik untuk buang sampah di situ,” ujarnya.

Ia juga menilai keberadaan tempat sampah khusus plastik ini sangat membantu dalam memilah jenis sampah, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata.

“Ini sangat membantu, apalagi fokusnya untuk sampah plastik. Jadi lebih terarah dan tidak tercampur,” tambahnya.

Ketua Pusat Produksi dan Jasa (P2J) Poltekbos, Nur Azhary Iriawan Eka Putra, S.ST., M.T., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kolaborasi antara kampus dan industri dalam mendukung program kebersihan di Kota Makassar.

Menurutnya, selain memenuhi kebutuhan mitra industri, program ini juga diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Harapannya fasilitas ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan membantu mengurangi permasalahan sampah plastik di lingkungan,” ujarnya.

Proses produksi tempat sampah tersebut melibatkan mahasiswa Poltekbos sebagai bagian dari pembelajaran praktik. Selama kurang lebih 10 hari, seluruh unit berhasil diselesaikan dengan mengikuti standar produksi yang telah ditetapkan.

Bagi masyarakat, bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dapat memberikan manfaat langsung.

Kini, dengan hadirnya tempat sampah unik tersebut, harapan akan lingkungan yang lebih bersih di Kota Makassar semakin terbuka—dimulai dari langkah sederhana, membuang sampah pada tempatnya.