Selama tiga hari pelaksanaan, layanan Helpdesk Pajak dari Tax Center Politeknik Bosowa (Poltekbos) di kawasan Bosowa Education menjadi solusi praktis bagi karyawan dalam menyelesaikan pelaporan SPT Tahunan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang ini difokuskan pada pendampingan langsung kepada karyawan, mulai dari tahap awal hingga proses akhir pelaporan secara online.
Sejak hari pertama, karyawan yang datang langsung diarahkan untuk mempersiapkan dokumen penting seperti KTP, NPWP, dan bukti potong pajak. Tahap ini menjadi langkah awal untuk memastikan data yang dibutuhkan telah lengkap sebelum masuk ke sistem.
Selanjutnya, relawan pajak Poltekbos mendampingi peserta melakukan login ke akun DJP Online. Pada tahap ini, banyak karyawan mengaku terbantu, terutama bagi yang lupa akun atau mengalami kendala teknis.
Setelah berhasil masuk, proses berlanjut ke pengisian data SPT. Relawan dengan sabar membimbing setiap langkah, mulai dari pengisian penghasilan, pajak yang telah dipotong, hingga pengecekan kembali data agar tidak terjadi kesalahan.
Tahap berikutnya adalah verifikasi data. Di sini, relawan memastikan seluruh informasi yang diinput sudah sesuai dengan dokumen yang dimiliki peserta.
“Biasanya di bagian ini kami sering ragu, takut ada yang salah. Tapi karena didampingi, jadi lebih yakin sebelum dikirim,” ujar salah satu karyawan.
Setelah semua data dinyatakan benar, proses dilanjutkan ke tahap akhir, yakni submit atau pengiriman SPT secara online. Bukti pelaporan pun langsung diterima oleh peserta sebagai tanda bahwa kewajiban telah ditunaikan.
Ketua Tax Center Poltekbos, Veronika Sari Den Ka, menjelaskan bahwa pendampingan tahap demi tahap ini menjadi kunci agar pelaporan berjalan lancar dan minim kesalahan.
“Kami ingin memastikan setiap peserta tidak hanya selesai melapor, tetapi juga memahami prosesnya dari awal hingga akhir,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak di lingkungan Bosowa Education.
Sementara itu, bagi relawan pajak yang merupakan mahasiswa Poltekbos, kegiatan ini menjadi pengalaman praktik langsung yang berharga. Mereka tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga belajar berinteraksi dan memberikan solusi kepada wajib pajak.
Dengan sistem pendampingan yang terstruktur tersebut, pelaporan SPT Tahunan yang sebelumnya dianggap rumit kini terasa lebih mudah, cepat, dan terarah bagi para karyawan.
Melalui kegiatan ini, Poltekbos kembali menunjukkan perannya sebagai mitra edukasi yang tidak hanya hadir di ruang kelas, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam hal literasi perpajakan.



