Rasa rindu yang lama terpendam akhirnya terobati dalam momen buka puasa bersama alumni Politeknik Bosowa (Poltekbos) di Kyriad Hotel Makassar, Kamis (5/3/2026).
Di tengah suasana Ramadan yang syahdu, satu per satu alumni datang dengan senyum hangat. Ada yang saling sapa dari kejauhan, ada pula yang langsung berpelukan, melepas rindu setelah sekian lama tak berjumpa.
Bagi mereka, pertemuan ini bukan sekadar agenda formal. Lebih dari itu, ini adalah ruang untuk kembali merasakan kebersamaan seperti saat masih duduk di bangku kuliah.
“Ternyata rasanya masih sama, hangat seperti dulu,” ucap salah satu alumni sambil tersenyum.
Obrolan pun mengalir tanpa sekat. Dari cerita masa lalu yang mengundang tawa, hingga kisah perjuangan masing-masing dalam meniti karier. Tak sedikit yang saling memberi semangat, bahkan membuka peluang untuk saling membantu.
Ketua Ikatan Alumni Poltekbos, Arie Anugrah, mengatakan bahwa momen seperti ini menjadi pengikat yang menjaga hubungan antar alumni tetap hidup.
“Kadang yang kita butuhkan itu bukan hanya pertemuan, tapi rasa bahwa kita masih punya keluarga di sini. Dan hari ini, itu terasa sekali,” ujarnya.
Suasana semakin hangat menjelang waktu berbuka. Para alumni duduk berdekatan, tanpa sekat angkatan, larut dalam percakapan sederhana yang penuh makna.
Saat adzan magrib berkumandang, semua hening sejenak, lalu berbuka bersama. Momen itu terasa begitu sederhana, namun menyimpan kehangatan yang sulit digantikan.
Di sela-sela kegiatan, pihak kampus juga menyampaikan harapan agar alumni tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan Poltekbos ke depan.
Namun di luar itu semua, yang paling terasa adalah ikatan emosional yang kembali terjalin. Bukan hanya sebagai alumni, tetapi sebagai keluarga yang dipertemukan kembali oleh waktu.
Menjelang akhir acara, mereka berkumpul untuk berfoto bersama. Di balik senyum yang terekam, tersimpan cerita, kenangan, dan janji untuk kembali bertemu.
Malam itu, Ramadan bukan hanya tentang berbuka puasa. Tapi tentang pulang—pulang ke kenangan, ke kebersamaan, dan ke rasa yang tak pernah benar-benar hilang.



