Ramadan menjadi momen istimewa bagi para alumni Politeknik Bosowa (Poltekbos) untuk kembali berkumpul. Dalam suasana hangat di Kyriad Hotel Makassar, Kamis (5/3/2026), puluhan alumni dari berbagai angkatan larut dalam temu kangen yang penuh cerita dan kebersamaan.
Sejak sore, satu per satu alumni mulai berdatangan. Sapaan akrab, tawa lepas, hingga pelukan hangat menjadi pemandangan yang tak terpisahkan. Bagi sebagian dari mereka, ini adalah pertemuan pertama setelah sekian lama disibukkan dengan dunia kerja masing-masing.
Momen ini pun tak sekadar buka puasa bersama. Lebih dari itu, menjadi ruang untuk menghidupkan kembali kenangan masa kuliah, sekaligus mempererat jejaring yang kini telah tersebar di berbagai profesi.
“Rasanya seperti kembali ke masa kuliah, bisa kumpul lagi, cerita-cerita, itu yang paling dirindukan,” ungkap salah satu alumni yang hadir.
Kegiatan yang dikemas sederhana ini justru menghadirkan kehangatan yang begitu terasa. Obrolan ringan mengalir, mulai dari pengalaman kerja, peluang usaha, hingga rencana kolaborasi antar sesama alumni.
Direktur Poltekbos dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme alumni yang tetap menjaga kedekatan dengan almamater. Ia berharap hubungan ini terus terjalin dan memberi dampak positif bagi perkembangan kampus.
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Poltekbos, Arie Anugrah, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas.
“Ini bukan sekadar buka puasa bersama. Di sini kita saling bertukar cerita, pengalaman, bahkan membuka peluang kolaborasi. Yang terpenting, rasa kekeluargaan itu tetap terjaga,” ujarnya.
Menjelang waktu berbuka, suasana semakin akrab. Para alumni duduk bersama dalam satu ruangan, berbincang santai sambil menanti adzan magrib.
Saat waktu berbuka tiba, kebersamaan terasa semakin erat. Hidangan yang tersaji menjadi pelengkap momen penuh makna, di mana cerita lama bertemu dengan harapan baru.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ikatan alumni Poltekbos tetap hidup dan solid. Tak hanya sebagai wadah nostalgia, tetapi juga sebagai jaringan yang saling menguatkan di dunia profesional.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama. Senyum yang terekam bukan sekadar dokumentasi, tetapi menjadi simbol hangatnya kebersamaan yang terus terjaga, meski waktu telah membawa mereka ke jalan masing-masing.



