Arah baru mulai terlihat di Politeknik Bosowa (Poltekbos) seiring hadirnya kepemimpinan baru periode 2026–2031. Kampus vokasi ini kini mendorong peran yang lebih luas, tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi dunia industri, khususnya dalam pengembangan program Corporate Social Responsibility (CSR).
Dilantik oleh Rektor Unibos Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si. di Balai Sidang 45 Kampus Unibos, Senin (9/3), Isminarti langsung mengusung visi kolaboratif—membuka ruang lebih luas bagi perusahaan untuk bersinergi bersama kampus.
Bukan tanpa alasan. Selama ini, sejumlah program CSR yang dikelola Poltekbos telah menunjukkan hasil nyata, bahkan beberapa di antaranya telah masuk tahap hilirisasi riset dan dimanfaatkan langsung oleh dunia industri.
“Ini yang ingin kami perkuat. Poltekbos tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga partner strategis bagi perusahaan dalam menjalankan program CSR yang berdampak,” ujar Isminarti.
Ia menilai, potensi besar Poltekbos terletak pada keterlibatan aktif civitas akademika dalam setiap program. Mahasiswa dan dosen tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi terjun langsung dalam proyek-proyek produksi dan jasa yang terhubung dengan kebutuhan industri.
“Semua produk jasa dan produksi di Poltekbos melibatkan mahasiswa dan dosen. Ini menjadi kekuatan kami untuk menghadirkan program CSR yang tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih jauh, Poltekbos membuka peluang kolaborasi yang lebih luas—mulai dari pengembangan teknologi tepat guna, pelatihan bagi masyarakat dan sekolah, hingga program pemberdayaan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Konsep ini, kata Isminarti, menjadi pembeda. CSR tidak lagi sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi sosial yang memberikan manfaat jangka panjang.
“Kami ingin CSR ini punya impact. Bukan hanya selesai di kegiatan, tetapi berlanjut dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus memberi nilai tambah bagi perusahaan,” tegasnya.
Untuk mendukung langkah tersebut, Poltekbos menargetkan peningkatan kinerja pusat produksi dan jasa hingga 40 persen tahun ini. Target ini menjadi sinyal kesiapan kampus dalam menangani proyek-proyek kolaboratif berskala lebih besar.
Dengan arah baru ini, Poltekbos menegaskan posisinya sebagai kampus vokasi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman—bukan hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga menjadi penghubung kuat antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat.
Di tangan kepemimpinan baru, CSR bukan lagi sekadar program, melainkan jembatan kolaborasi untuk menciptakan dampak yang lebih luas.



