Raut antusias tak bisa disembunyikan dari wajah para siswa SMKN 3 Makassar saat mereka melangkahkan kaki ke lingkungan Politeknik Bosowa, Kamis (29/1/2026). Bagi sebagian dari mereka, inilah pertama kalinya melihat secara langsung suasana kampus vokasi yang selama ini hanya mereka dengar dari guru dan media.
Di antara deru mesin bengkel dan dinginnya ruang laboratorium, para siswa menyusuri setiap sudut kampus dengan mata berbinar. Mereka melihat mahasiswa berpraktik, alat-alat modern, serta ruang belajar yang terasa begitu dekat dengan dunia kerja yang mereka impikan.
Salah seorang siswa, Ardi (17), mengaku kunjungan ini membuatnya semakin yakin untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus SMK.
“Saya biasanya hanya praktik di bengkel sekolah. Di sini saya lihat alatnya lebih lengkap dan suasananya seperti di industri. Saya jadi ingin kuliah di sini supaya bisa lebih siap kerja,” ujarnya pelan, sambil memandangi bengkel praktik Poltekbos.
Kunjungan ini bukan hanya soal melihat fasilitas. Para siswa juga mendapatkan penjelasan tentang program studi, sistem pembelajaran, hingga peluang beasiswa. Bagi banyak siswa, informasi ini menjadi harapan baru—bahwa keterbatasan biaya bukan lagi penghalang untuk melanjutkan pendidikan.
Direktur Politeknik Bosowa, Ahmad Yauri Yunus, mengatakan bahwa membuka pintu kampus bagi siswa SMK adalah bagian dari upaya membangun mimpi generasi muda.
“Kami ingin mereka tahu bahwa ada jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan vokasi. Mereka punya potensi besar, dan tugas kami adalah membantu mereka mengembangkannya,” ungkapnya.
Menjelang akhir kunjungan, para siswa berkumpul sambil berbincang tentang apa yang baru saja mereka lihat. Ada yang membayangkan diri mereka mengenakan jaket almamater, ada pula yang mulai merencanakan program studi yang ingin diambil.
Bagi siswa-siswa SMKN 3 Makassar, kunjungan ke Politeknik Bosowa hari itu bukan sekadar agenda sekolah—melainkan langkah kecil menuju mimpi besar tentang masa depan yang lebih cerah.



