Program Studi Teknik Listrik kembali menyelenggarakan kuliah tamu sebagai bagian dari agenda akademik rutin setiap semester. Pada Kamis, 18 Desember 2025, kuliah tamu kali ini secara khusus mengangkat topik “Mengenal Sistem Kerja PLTA Malea: Teknologi, Kontrol, dan Keandalan Sistem Kelistrikan”, yang diikuti oleh 33 peserta terdiri dari mahasiswa dan dosen Teknik Listrik.
Kuliah tamu menghadirkan praktisi industri, Ir. Irshan Betmal, S.T., IPM, selaku Procurement di PLTA Malea. Dalam sesi pemaparan, narasumber mengupas secara menyeluruh sistem kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dari sisi teknis, operasional, hingga pengelolaan keandalan sistem kelistrikan.
Pada awal pemaparan, Ir. Irshan menjelaskan prinsip dasar PLTA yang memanfaatkan energi potensial air sebagai sumber utama pembangkitan. Air yang ditampung di bendungan atau reservoir dialirkan melalui intake menuju penstock dengan tekanan dan debit tertentu. Energi kinetik dari aliran air tersebut kemudian dimanfaatkan untuk memutar turbin.
Turbin yang berputar akan menggerakkan poros generator, sehingga terjadi proses konversi energi mekanik menjadi energi listrik. Narasumber menjelaskan jenis turbin yang digunakan di PLTA Malea beserta pertimbangannya, seperti karakteristik head dan debit air, guna menghasilkan efisiensi pembangkitan yang optimal. Proses ini menjadi inti dari sistem pembangkitan listrik tenaga air.
Materi kemudian berlanjut pada pembahasan sistem kontrol yang berfungsi menjaga kestabilan dan keamanan operasi PLTA. Ir. Irshan memaparkan peran governor dalam mengatur kecepatan putaran turbin agar frekuensi listrik tetap berada pada nilai standar. Selain itu, sistem Automatic Voltage Regulator (AVR) dijelaskan sebagai komponen penting dalam menjaga kestabilan tegangan keluaran generator.
Sistem kontrol di PLTA Malea telah terintegrasi dengan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) yang memungkinkan pemantauan kondisi operasi secara real-time. Melalui sistem ini, operator dapat memonitor parameter penting seperti tegangan, arus, frekuensi, suhu, dan getaran peralatan, serta melakukan pengendalian jarak jauh jika terjadi kondisi abnormal.
Pembahasan berikutnya menitikberatkan pada aspek proteksi dan keandalan sistem kelistrikan. Narasumber menjelaskan bahwa PLTA harus dilengkapi dengan sistem proteksi berlapis, seperti proteksi hubung singkat, proteksi beban lebih, serta proteksi gangguan pada generator dan transformator. Sistem ini berfungsi untuk melindungi peralatan utama dari kerusakan dan meminimalkan risiko gangguan operasi.
Dalam konteks keandalan, Ir. Irshan menekankan pentingnya strategi pemeliharaan yang terencana. PLTA Malea menerapkan preventive maintenance untuk mencegah potensi kerusakan, predictive maintenance berbasis kondisi peralatan, serta corrective maintenance untuk menangani gangguan yang terjadi. Upaya ini dilakukan agar pembangkit mampu beroperasi secara kontinu dan mendukung keandalan pasokan listrik ke sistem jaringan.
Tidak hanya membahas teori, kuliah tamu ini juga mengulas tantangan teknis yang dihadapi dalam pengoperasian PLTA Malea. Di antaranya adalah fluktuasi debit air akibat kondisi cuaca, potensi sedimentasi yang dapat memengaruhi kinerja turbin, serta gangguan mekanis dan elektris yang membutuhkan respons cepat dan tepat. Narasumber menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dan sistem cadangan dalam menghadapi kondisi tersebut.
Kegiatan kuliah tamu ini dibuka secara resmi oleh Ir. Umar Muhammad, S.T., M.T., IPM, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri. Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap sistem pembangkitan listrik, khususnya PLTA, merupakan bekal penting bagi mahasiswa Teknik Listrik dalam menghadapi kebutuhan dan tantangan dunia kerja.
Melalui kuliah tamu ini, Program Studi Teknik Listrik menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri. Diharapkan, mahasiswa tidak hanya memahami konsep ketenagalistrikan secara teoritis, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan implementasi nyata di lapangan, khususnya dalam hal teknologi pembangkitan, sistem kontrol, dan keandalan sistem kelistrikan.



