MAHASISWA AKHIR POITEKNIK BOSOWA CIPTAKAN MESIN PENGERING GABAH HYBRID


Senin, 2018-11-05 - 08:28:11 WIB

    Cuaca yang tidak menentu membuat para petani yang menggatungkan hasil panen kepada sinar matahari menjadi salah satu faktor tingkat pendapatan mereka pertahunnya, contohnya saja petani padi yang menjemur gabah basah, seberapa kering gabah tergantung terik matahari pada saat gabah tersebut dijemur. Mahasiswa tingkat akhir Polibos telah menciptakan mesin Pengering Gabah Hybrid, guna menjawab masalah para petani padi.

    Mesin pengering gabah yang dibuat oleh tiga mahasiswa prodi teknik listrik Polibos yakni Faisal Resky, Sri Rahayu, dan Adriasyah mampu menampung 10 Kg gabah basah di dalam tempat penampungan. Faisal mengatakan bahwa faktor cuaca sangat penting untuk para petani yang menggantungkan hasil panennya pada cuaca terkhususnya sinar matahari "saat musim panen gabah yang masih basah dan belum kering sempurna maka dihargai dengan murah, tentu itu akan membuat para petani akan merugi."

    Mesin ini dibuat karena agar para petani padi tidak kesusahan lagi dalam mengeringkan gabah basah mereka sehingga cuaca tidak menjadi indikator penentu pendapatan para petani, dengan adanya mesin ini petani padi dapat mengeringkan gabah dengan waktu yang cepat, sebab mesin mampu menggadakan panas matahari yang diterimanya menjadi dua kali lipat.

    Kerja mesin ini cukup simpel, pengering gabah ini bekerja dari aki yang disuplai oleh panel surya dimana heater (element pemanas) bisa menghasilkan energi panas, kemudian panas tersebut dialirkan melalui selang atau pipa dari heater untuk naik ke rak pengering gabah.


Share Berita


Komentari Berita